Sejarah HKBP


Awalnya jemaat mula – mula di kota ini sudah ada sejak tahun 1970an, tetapi belum menjadi jemaat HKBP melainkan jemaat di Gereja Pantekosta Rahmat yang terletak di Lrg.Cempedak Jln Pahlawan Kemarung. Kemudian jemaat yang berasal dari suku batak mulai merindukan jati diri dari tanah batak untuk bergereja dengan adat batak di dalam HKBP. Lalu di tahun 1976 mulai dirintislah Gereja HKBP tapi karena jemaatnya masih sedikit dan belum ada gedung maka diundur tetapi sudah masuk dalam jemaat HKBP dengan cara menjadi Gereja Pos Pelayanan dari HKBP Palembang. Karena belum ada tempat akhirnya jemaat meminjam gedung Gereja Pantekosta Rahmat dan itulah anehnya 1 gedung gereja dengan 2 organisasi gereja di dalamnya.
Keadaan mulai membaik di sekitar tahun 1985 ketika Kapolres baru di POLRES OKU dijabat oleh seorang jemaat HKBP yang bermarga Simatupang. Bapak ini dengan sukarela menyumbangkan materi dan pemikirannya serta memotori pembangunan gedung gereja yang sederhana. Akhirnya pada tanggal 24 November 1986 di resmikannyalah Gereja HKBP Huria Baturaja Ressort Palembang yang beralamat di Lrg Veteran Jln Dr.M.Hatta no.1051. Gedung gereja yang diresmikan masih sangat sederhana dengan kapasitas sekitar 180 orang dan sebuah kantornya.
Tetapi masalah tidak kunjung berakhir, setelah bapak kapolres diganti maka masyarakat sekitar mulai menuntut ditutupnya gereja ini. Sehingga pada tahun 1987 tidak dirayakannya natal di gereja ini. Tetapi dengan kerja keras dan kuasa Tuhan maka di akhir tahun 1988 gereja HKBP Baturaja diakui PEMDA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU dan itulah sebagai hadiah natal yang indah.

Seiring dengan perkembangan Kota Baturaja menjadi kota sentra ekonomi yang dilalui jalan lintas tengah sumatera maka semakin banyak orang batak yang merantau di kota ini. Keadaan ini semakin didukung dengan semakin banyak jemaat HKBP yang membuka lapangan pekerjaan pribadi, menjadi pegawai pemerintah atau swasta dan bahkan menjadi pejabat. Maka pada tahun 1999 HKBP Baturaja membeli tanah kosong di belakang gereja dan dibangun gereja baru yang bertingkat dengan kapasitas 800 orang serta kantor 2 lantai dan diresmikan pada 24 November 2000 oleh Ephorus HKBP dan Bupati OKU sekaligus peresmian HKBP Baturaja sebagai Ressort Baturaja. Untuk memantapkan pelayanan dibuatlah 4 sektor di dalam kota dan 2 sektor di luar kota serta meminta pelayanan tambahan dari pusat.
Dengan perkembangan yang cepat maka gereja ini bergabung dengan BKSAG (Badan Kerja Sama Antar Gereja Kab.OKU ) dan telah beberapa kali menggelar event besar baik dalam lingkup gereja maupun umum. Jemaat dan pelayannya tidak hanya dari suku batak melainkan ada yang dari suku Jawa, Chinese dll. Tahun 2011 ini dilakukan kembali gebrakan baru sering dengan Jubileum 150 Tahun HKBP dan 25 Tahun HKBP Baturaja dengan membeli tanah di belakang gereja untuk dibangun tempat parkir, lapangan futsal, pembaharuan alat music, fasilitas gereja, serta renovasi fisik gereja serta memfungsikan gereja lama sebagai perpustakaan, dan gedung serba guna.

No comments:

Post a Comment